Monday, February 17, 2014

Perjalanan Gratis Ke Malaysia

Adi Sutjipto Airport
Jadi ceritanya tahun 2013 kemarin temenku nawarin perjalanan gratis Jogja – Kuala Lumpur, PP. Pengalaman pertama mlancong ke Luar Negeri sendirian. Sebenarnya ga bener-bener sendirian, soalnya temenku udah nungguin dengan gantengnya di Kuala Lumpur.

Segala macam keperluan sudah dipersiapkan.  31 Oktober 2013 berangkat dari Malang ke Jogja naik motor. Rumah saya di Jogja tapi saya tinggal di Malang. Semalem nginep di rumah, kangen-kangenan sama keluarga. Esok hari selepas sholat Jum’at saya menuju Bandara Adisutjipto. Ga ada perasaan khawatir sama sekali. emang udah niat plaur (melakukan sesuatu tanpa rencana & tujuan yang jelas) ke Malaysia.  Saya cuma bawa uang 3juta rupiah. Sebagian saya tukar ke money changer, sebagian lagi saya simpan. Soalnya nukerin duit di Indonesia lebih mahal.

Akhirnya saya masuk juga ke dalem bandara. Jujur emang ini baru pertama kali naik pesawat, jadi dengan bimbingan teman saya berhasil juga lewatin step by step prosedur di bandara. Biarpun masih kena biaya 400ribu rupiah buat bagasi. Tapi di dalam hati bilang “emang di dunia ini ga ada yang geratis tis anak muda!”
Pukul 17.20 WIB pesawat Air Asia berangkat dari Jogja menuju Kuala Lumpur. Saya pikir naik pesawat itu menegangkan tapi ternyata biasa aja. Haha “norak!” dua jam di pesawat akhirnya turunlah saya di bandara sepang, Malaysia.  Setibanya di Malaysia saya sok Pede aja, sebenere plonga – plongo gat au mo kemana, tapi berkat bantuan seorang tenaga kerja dari Indonesia saya berhasil melewati prosedur di bandara. Tapi kasian nampaknya ada masalah dengan suami beliau dengan pihak imigrasi di Malaysia.

Selesai di tanya-tanyain sama petugas imigrasi saya ambil ransel yang ditaruh di bagasi. Ternyata bandara di Malaysia tidak seribet di Jogja prosedurnya. Teman saya sudah menunggu di parkiran. Dari bandara saya diajak berkeliling ke daerah cyberjaya., kemudian mampir di warung India yang terkenal dengan sebutan “Mamak” . Nasi kebuli dipadu dengan es teh terasa mantab disantab (kelaperan.red).

Nasi Kebuli
Ada beberapa kosa kata yang menggelitik kalau jalan-jalan ke Malaysia hehe. Dari awal keluar dari bandara kata-kata yang terngiang di otak saya adalah BOMBA. Karena ada peringatan “AWAS KENDARAAN BOMBA MELINTAS!!”. Saya sering menjumpai kata-kata Bomba. Usut punya usut ternyata kendaraan Bomba adalah Pemadam kebakaran.

Lif Bomba

Telfon Bomba
Dari warung mamak saya singgah ke apartemen teman saya di daerah seri kembangan. Di lantai 16 teman saya tinggal. Baru saja datang saya disambut dengan kembang api. Kebetulan waktu itu sedang ada perayaan hari Deepavali, semacam hari raya orang India.


Deepavali at Pavilion
Esok hari saya sudah siap jalan-jalan keliling Kuala Lumpur. Memang benar-benar jalan dalam artian sebenarnya, yeah jalan kaki!. Saya di ajak ke pusat cokelat yang bernama Beryl,s. disana cuma liat-liat aja sok-sok’an mau beli. Tapi engga!! Saran saya kalau beli cokelat mendingan di supermarket saja. Harganya lebih murah dengan merek dan kualitas yang sama. Hehehe
Apartemen di Seri Kembangan
Beryl's
Dari Beryl’s jalan ke Bukit Bintang. Muterin bukit bintang sambil main portal. Oiya tujuan saya ke Kuala Lumpur adalah mencari Portal Key. Kebetulan saya Ingress Player. Dari bukit bintang menuju twin tower yang terkenal. Kebetulan cuaca sedang tidak bersahabat. Ya hujan deras sekali. akhirnya kami memutuskan  untuk di tempat itu hingga malam hari, soalnya setiap jam 22.00 waktu setempat ada pertunjukan air mancur menari.
Ingress Scaner

Ingressan
Perjalanan menuju Twin tower

Twin Tower

Air mancur menari mengakhiri perjalanan hari itu. Yah lelah campur senang jadi satu. Ternyata dari twin tower ke parkiran mobil jauh sekali. kaki yang mulai lecet buat jalan kaki seharian sudah mulai cenat-cenut.

Air Mancur menari

Air Mancur menari
Malam – berganti siang lagi. Perjalanan hari kedua di Malaysia di lanjutkan. Kali ini berbeda. Saya mencoba transportasi umum. Saya naik kereta menuju pasar seni. Disanalah pusat oleh-oleh, ya semacam malioboronya Malaysia lah. Tempatnya hampir miri sama malioboro, Yogyakarta.

Pembelian Tiket Kereta

St. Putrajaya

St. KL Sentral

Terimalah Kenyataan!


Di Dalam Kereta 
Pembelian tiket kereta di Malaysia dilakukan secara swalayan, jadi mirip mesin ATM, atau mesin Dingdong. Masukin Koin keluar kertasnya. Jujur saja keretanya lebih nyaman. beberapa menit berlalu akhirnya saya sampai di pasar Seni. Oiya di tempat ini kadang kita ketemu sama pedagang dari Indonesia. Kalau lagi beruntung dapat diskon lah. Waktu itu saya bertemu dengan orang Padang. Dan ramah sekali orangnya. Dari pasar ini saya borong baju dan beberapa souvenir buat oleh-oleh. Dan karena hari sudah mulai sore, kami kembali ke apartemen menggunakan kereta lagi.


Pasar Seni


Souvenir di Pasar Seni
Ada beberapa hal yang unik yang saya jumpai di kereta. Tenaga Kerja Indonesia di KL menggunakan bahasa melayu biarpun mereka sama-sama dari Indonesia. Anehnya mereka sama-sama dari Jawa tetapi mereka ngobrol menggunakan bahasa Melayu. Saya memaklumi itu, mungkin sudah kebiasaan menggunakan bahasa melayu. Biarpun pada akhirnya mereka kaget ketika saya ngobrol dengan teman saya menggunakan bahasa Jawa.
Danau Buatan

Danau Buatan
Warning Sign
Akhirnya setelah perbekalan saya habis, sudah waktunya untuk pulang membawa cerita dan beberapa buah tangan untuk keluarga dan sahabat. Sebelum pulang saya diajak mampir ke danau buatan. Tempat piknik warga sekitar. Satu lagi bandara di Malaysia tidak memungut pajak bandara seringgit pun tidak.






Terimakasih kepada teman saya yang bersedia memberikan perjalanan Gratis untuk saya.




No comments:

Post a Comment